Rabu, 16 November 2011

Warga Butuh Jembatan Permanen


TOBELO, Selasa 15 Nov 2011
Warga masyarakat Desa Rawajaya mengeluh soal jembatan darurat yang terletak di dibelakang PLN jalan Nuku. Pasalnya konstruksi jembatan kayu  yang dibangun secara swadaya masyarakat itu sudah rusak sehingga sering mengakibatkan warga mengalami kecelakaan saat menyebrang baik menggunakan kendaraan roda dua maupun pejalan kaki.
Nisa warga setempat saat ditemui wartawan media ini (Selasa, 15/11) mengatakan, jembatan yang terbuat dari kayu itu sudah banyak memakan korban, karena selain rapuh juga termakan zaman , sehingga warga yang tidak tahu soal rusaknya jembatan itu sering mengalami kecelakaan bahkan ada yang mengalami luka serius.”Jembatan itu sudah lama, dan karena kayu penahan jembatan itu sudah tidak kuat. Jadi Senin lalu jembatan itu rubuh, untung tidak ada korban,”cetusnya. Padahal menurut beberapa warga setempat, sejak tahun 2007 jembatan darurat tersebut tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah desa untuk membangun secara permanen.
Misalnya beberapa hari lalu saat jembatan tersebut rusak tidak ada yang memperhatikan itu. padahal jembatan itu sebagai jalan alternative warga yang mau menyebrang ke pasar, menurut mereka karena tidak ada bantuan, terpaksa warga secara swadaya dan sama-sama kembali memperbaiki jembatan tersebut.”Saat rusak warga juga kesulitan untuk menyebrang. Terpaksa kami minta partisipasi kepada warga secara suka rela untuk membangun kembali jembatan itu,”cetus mereka.
Bahkan kata mereka, dari pihak PU sudah pernah berulangkali melakukan pengecekan sekaligus melakukan pengukuran, namun hingga saat ini tidak pernah terwujudkan.”Kami hanya meminta kepada Pemkab untuk memperhatikan, pembangunan jembatan darurat ini,” harap mereka. (end)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar