TOBELO
Belum tuntasnya kasus dugaan tindak pidana korupsi gaji fiktif senilai Rp 1,7 miliar yang ditangani pansus DPRD Halut. kini pansus kembali berjanji pada akhir Noverber, kasus tersebut semuanya akan dituntaskan.
Ketua Pansus Gaji fikitif DPRD Halut Abner Nones saat dikonfirmasi Media ini diruang kerjanya belum lama ini, mengatakan saat ini memang anggota pansus yang ada pada tiap komisi, sedang sibuk dengan agenda masing-masing. bahkan pada Senin (hari ini red) komisi tiga juga rencananya ke jakarta dalam agenda pembahasan RT RW.”Soal pansus gaji fiktif tetap akan jalan, karena saat ini anggota pansus pada tiap komisi lagi sibuk agenda masing-masing,”katanya.
Meskipun begitu dikatakannya, bahwa proses kasus tindak pidana korupsi itu tinggal menunggu 2 orang saksi dari DPPKAD untuk menjalani pemeriksaan. dia mengakatakan meski sebagai ketua pansus yang saat ini sedang menjelani studi diluar daerah, namun agenda tersebut bukan menjadi alasan tidak berjalannya proses pemeriksaan kasus tersebut.
Dikatakannya bahwa meski berada diluar daerah, namun pekerjaan itu bisa dilanjutkan oleh anggota pansus lainnya. namun kenyataan tersebut tidak seperti yang telah diharapkan oleh ketua pansus, karena setiap proses pemeriksaan hingga pimpin sidang saja harus menunggu ketua pansus.”Kan masih ada anggota pansus lainya yang kerja. tapi anehnya semua itu harus menunggu saya. Untuk apa ada anggota. Pimpin rapat saja harus menunggu,”katanya kesal.
Padahal menurutnya semua data baik foto, dokumentasi lainya sudah disiapkan, tinggal hanya menunggu kedua saksi tersebut, langsung mengambil sebuah keputusan rekomendasi ke pihak penegak hukum. Olehnya itu dia mengharapkan kepada anggta pansus lainya untuk komperatif dalam penuntasan kasus tersebut, jika ketua pansus belum berada ditempat, proses tersebut dilanjutkan saja.”Saya kira nanti pada saat keputusan, bisa saja kita sama-sama putuskan. Teman-teman untuk komperatiflah,”harapnya. (End)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar