Rabu, 16 November 2011

Ruang Belajar Darurat, Butuh Perhatian Pemkab




TOBELO, Selasa 15 Nov 2011
SMA Nusantara Tobelo yang masih dibawa Yayasan Pendidikan Nusantara butuh sentuhan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara baik dari secara pembagunan fisik maupun lainya. Pasalnya dengan kekurangan ruangan belajar, sementara jumlah siswa melebihi ruangan yang telah tersedia, membuat sebagian siswa harus belajar diruang darurat.
Kepala Sekolah SMA Nusantara Tobelo Jufri Hi. Abdullah ST saat ditemui wartawan media ini diruang kerjanya (Selasa,15/11) mengatakan, ruang belajar darurat yang sementara dipakai untuk proses belajar mengajar bagi siswa itu, karena jumlah ruangan yang tersedia sudah tidak bisa untuk menampung siswa yang ada. menurutnya jumlah siswa disekolah tersebut mencapai 565 orang, sementara ruangan terbatas, terpaksa satu-satunya alternative menggunakan ruang darurat tersebut. dikatakanya memang saat ini ada bantuan pusat untuk pembangunan ruang belajar, dan pembangunan lantai dua tersebut masih dalam pekerjaan.”Bangunan lantai dua itu masih dalam pekerjaan, rencanya digunakan untuk ruang belajar. Karena kedepan siswa akan semakin bertambah,”cetusnya.
Bahkan dia mengaku ruangan belajar siswa yang tersedia masih sangat minim, sehingga masih membutuhkan 10 ruangan belajar lagi. Selain infrastruktur bangunan, jalan menuju ke sekolah juga belum perhatikan. Karena jika musim hujan siswa sering mengeluh tidak bisa melewati jalan tersebut karena penuh becek. Olehnya itu dia berharap kepada Pemkab Halut untuk bisa memperhatikan.”harapnya” (end)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar