Senin, 21 November 2011

Pansus Keluarkan Rekomendasi 20 pelaku, Gaji Fiktif, Diduga Dua Orang sebagai Otak Pelaku Gaji Fiktif




TOBELO, Senin 21 November 2011
Meski belum memanggil kembali Hi. Jamain dan Saiful  yang diduga sebagai otak dibalik tindak pidana korupsi  gaji fiktif senilai Rp 1,7 miliar,  namun mengingat sisa waktu yang ada, Pansus gaji fiktif DPRD Halmahera Utara rencananya pada (Rabu,23/11) sudah berakhir dan pansus akan mengeluarkan rekomendasi ke pihak penegak hukum dan Pemkab.
  Ketua Pansus Gaji fiktif DPRD Halut Abner Nones saat dikonfirmasi Media ini (Senin, 21/11) siang tadi di kantor DPRD, mengatakan, karena mengingat waktu yang semakin singkat terkait dengan kerja-kerja pansus, maka kata Abner pihak pansus akan melaksanakan rapat internal pada Selasa (hari ini red), setelah ada sebuah keputusan internal, kemudian menawarkan keseluruh anggota pansus baru melaksanakan rapat paripurna. ”Kami akan melaksanakan rapat internal dulu, baru akan tawarkan kepada seluruh anggota, setelah itu kami akan laksankan rapat paripurna,”cetusnya.
Mengingat waktu yang semakin mepet, menurut Abner, meski sudah tidak lagi kembali melakukan pemeriksaan terhadap kedua saksi yakni Hi. Jamain dan Saiful, namun dari hasil keterangan beberapa bendahara dan pengakuan Hi. Jamain itu sendiri sudah ada indikasi bahwa terjadinya dugaan tindak pidana korupsi pada gaji fiktif tersebut, sehingga tidak butuh lagi adanya pemeriksaan. ”Sebenarnya masih ada pemeriksaan kedua saksi itu. meski sudah tidak dilanjutkan pemeriksaan. tapi sudah ada indikasi,” imbuhnya.
Dari hasil kerja pansus selama beberapa bulan ini, rencananya pada rabu, pansus sudah mengambil sebuah kesimpulan dari hasil kasus itu dan  mengeluarkan rekomendasi, namun dia mengatakan untuk yang terindikasi melakukan tindak pidana korupsi rekomendasi itu langsung diserahkan ke penegak hukum, sementara bagi oknum yang hanya melanggar administrasi langsung diserahkan ke pemkab. ”Rabu itu sudah selesai. Dan pada kasus ini, dua orang diduga sebagai otak pelaku utama, sementara lainya jumlah 13 orang, dan 5 oknum lainya sebagai ikut serta dalam kasus itu,”katanya. (**)



Bak Air Bersih, PU Halut Mengaku itu milik Provinsi

TOBELO, Senin 21 November 2011
Kedua proyek bangunan bak air bersih yang terletak di desa Rawajaya jalan nuku yang dikeluhkan warga setempat hingga saat ini belum digunakan ternyata bukan dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Halmahera utara.
Namun diduga bangunan 2 bak air bersih itu dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Malut. Kepala Bidang Sumber Daya Alam dan Cipta Karya PU Halut Harry CB saat dikonfirmasi Media ini (Senin, 21/11) kemarin di kantor PU, mengatakan, terkait dengan proyek bak air bersih yang belum difungsikan tersebut, hingga saat ini pihaknya tidak mengetahui itu, kata dia kemungkinan saja proyek tersebut dibangun oleh  pihak Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Malut. ”Kami tidak mengetahui proyek itu. kemungkinan dari PU Provinsi,”cetusnya.
Meski begitu dia mengaku bahwa pihak PU Halut juga pernah membangun proyek pada desa Rawajaya Tempat Penampungan Ikan (TPI) , hanya saja pihaknya telah bangun draenase. Selain itu, sejak tahun 2008 proyek  jalan dan lainya dari Provinsi. Karena setiap pembangunan proyek yang masuk ke daerah halut tidak melalui kordinasi dengan Dinas PU halut, sehingga dia mengaku mereka sering mendapatkan getahnya, karena sering kedapatan bangunan yang bermasalah dilapangan, hal itu semuanya mengarah kepada mereka.
Anehnya setelah mereka dapat masalah dilapangan baru melakukan kordinasi. ”Memang setiap bangunan yang masuk di halut, sama sekali tidak ada kordinasi. Nanti sudah ada maslah baru kita yang kena masalahnya. Tapi dulu memang banyak proyek masuk, bisa jadi dari pihak lainya juga”cetusnya.
Saat ditanyai menganai jembatan kayu, pengakuan warga dari pihak PU sudah melakukan pemeriksaan berulang kali, namun belum juga dikerjakan, dikatakan untuk jembatan tersebut dimasukan sebagai program TMD. ” Untuk jembatan yang lebih jelas nanti ditanyakan langsung saja ke mereka,” katanya. (**)




Dengan semangat membangun SDM di daerah asalnya, hanya dengan dana Rp 500 hasil ojek bisa membangun sarana pendidikan swasta di Kota Tobelo yang hingga saat ini mampu bersaing dengan sekolah lainya di Kota Tobelo. Gimana sejarah berdirinya sekolah SMK Nusantara, Laporan Endhy Herman Tobelo.


TOBELO, Senin 21 November 2011
Siang itu sekitar pukul 13.00 Wit, aktifitas belajar mengajar pada SMK Nusantara Tobelo yang dibawahi yayasan pendidikan nusantara nampaknya masih ramai. Wartawan Media ini (Senin, 21/11) waktu mendatangi Jufri Hi. Abdullah ST  yang tak lain adalah pendiri sekolah SMK Nusantara, Siang ini diruang kerjanya. Jufri pun langsung mempersilahkan beberapa media itu masuk kedalam ruang sederhana itu. ”Mari masuk,” menyapa para wartawan, sambil tersenyum.
Untuk mengawali pembicaraan soal pengalamanya membangun sarana pendidikan di Tobelo dengan bermodalkan Rp 500 ribu. Dia menceritakan, sebelum mendirikan yayasan tersebut, sejak tahun 2001 ia membantu mengajar pada SMK pelayaran bahari Ternate, bukan hanya itu saja ia juga pernah mengajar sebagai dosen teknik di universitas Unkhair Ternate.
 Selain beraktifitas  dua institusi lembaga pendidikan tersebut. Meskipun sudah mengajar, namun untuk memenuhi kebutuhan lainya, ia relah untuk menjalani profesi sebagai tukang ojek di Kota Ternate pada saat itu. ”Memang saat itu, saya juga mengajar. Tapi sambil ojek,” akunya. Karena saat itu kondisi paska kerusuhan di Maluku Utara, sejak tahun 2002 adanya pemulangan penggungsi pertama Kota Tobelo, disitulah ia telah dimotifasi oleh DR. In Hi. Abdullah (Dosen Unkhair sekarang red) yang tak lain adalah kakak kandungnya sendiri untuk mendirikan sekolah di Tobelo.
Namun karena tidak ada dana untuk mengurus akta notaries, dia mengaku untuk mencapai impianya itu ia rela untuk menarik penumpang (ojek red) selama beberapa hari. ”Saat itu saya dapat uang Rp 500 ribu, dan langsung mengurus akta notaries, pada pa Fahrul Ali,”ceritanya.
Rasanya belum lengkap juga, setelah itu kemudian mengurus izin operasional pada dinas pendidikan kabupaten Maluku Utara. meskipun kondisi tobelo saat itu sudah aman, namun ia relah menyewa kamar dipenginapan singkang selama dua bulan untuk menyelesaikan semua perlengkapan adminitrasi pendirian sekolah tersebut. ”Setelah pemulangan tahun 2002 itu, saya sewa kamar penginapan dan setiap hari kerja persiapkan semua adminitarasi itu,” katanya.
Setelah terbentuk, jumlah siswa pertama masuk yayasan tersebut sekitar 200 siswa sementara guru 13 orang, namun tantangannya sangat luar biasa, karena sebagian warga mengatakan illegal sehingga siswa yang sudah pernah masuk kemudian dipindahkan. ”Pakai ruang SMP 1, tapi tantanganya luar biasa, ada yang bilang tidak jelas, dan tidak memiliki izin operasional. Tapi saya tetap optimis,” imbuhnya. Karena ada warga yang menawari tanah senilai Rp 25 juta, dia mengaku membayar dengan cara cicil, bahkan membangun 4 ruangan belajar secara berlahan-lahan. ”Alhamdulillah saat itu dapat bantuan dari pemkab Maluku Utara, jadi sudah lumayan maju.”katanya.
SMK Nusantara saat ini telah memiliki jumlah siswa sebanyak 500 lebih, guru sebanyak 18 orang semuanya berasal dari guru swasta dan infratruktur ruang belajar sebanyak 8 ruangan. (**)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar