TOBELO, Selasa 15 Nov 2011
Viktor Aismoka, Ketua Panitia Lelang alat kesehatan (Alkes) kembali tidak menghiraukan panggilan Kejaksaan Negeri Tobelo dalam penyidikan kasus dugaan tindak Mark Up Alkes yang senilai Rp 5 miliar diduga melibatkan beberapa oknum pada kasus tersebut yang merugikan keungan Negara senilai Rp 1 miliar lebih.
Ketidakhadiran ketua panitia lelang tersebut tanpa alasan yang jelas. Hal itu disampaikan Kepala Seksi Tindak Pidana Kusus Kejari Tobelo Novimar SH, saat dikonfirmasi wartawan media ini (Selasa, 15/11) di Kejari Tobelo. Dia mengatakan, meski saat dalam pemanggilan mereka untuk dimintai keterangan tidak menghadiri penggilan kejari, dikatakannya minimal harus ada pemberitahuan agar pihaknya juga mengetahui hal tersebut. ”Ketua Panitia Lelang mangkir lagi dalam pemeriksaan kejari,” katanya.
Karena tanpa alasan yang jelas mangkir dalam penyelidikan kasus mark up tersebut, dia menuturkan, untuk pemeriksaan lanjutan pihaknya akan kembali memanggil Ketua Panitia lelang yang akan berlangsung pada Senin pecan depan. ”Rencana ketua panitia akan kembali dipanggil pada pecan depan,”cetusnya. Bahkan untuk hasil perhitungan kerugian Negara yang saat ini ditangani BPKP masih berjalan, karena masih berapa hal lagi yang diperlukan.
Namun dia mangkau masih ada beberapa kendala misalnya distributor Alkes yang saat ini masih berada di Jakarta, meski begitu dia tetap optomis kasusnya yang dia tangani tinggal selangkah lagi semuanya akan tuntas.”Tinggal selangkah lagi kita sudah selesaikan kasus mark up ini,”katanya. (End)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar