Meski selama awal pencanangan program bantuan rumah bagi keluarga belum beruntung di beberapa Desa Kecamatan Loloda Utara terus mendapat kritikan. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat Pemkab dalam membantu masyarakat yang sedang membutuhkan, sesuai dengan pelayan masyarakat. Bukti nyata selama pembangunan (BRKBB) akhirnya Sabtu kemarin Pemkab Halut melakukan acara peresmian dan penyerahan kunci pada warga penerima bantuan tersebut. Laporan Endhy Herman Loloda.
LOLODA,
Sabtu pukul 6.00 Wit pagi itu, dari ufuk timur matahari belum menampakan cahayanya. Dan kondisi cuaca laut begitu bersahabat. Tiga speed boat sedang berlabu di pelabuhan tanjung pantai mengawan Tobelo menunggu rombongan Pemkab ke Loloda Utara dalam rangka peresmian dan penyerahan kunci pada ratusan warga penerimah bantuan itu.
Berapa saat kemudian tiga pimpinan Pemkab tiba dan siap untuk berangkat. Bupati Hein Namotemo, Sekda Piet Hein Babua dan beberapa PNS menumpang di speed boat Mutiara 02 sedangkan Wakil Bupati DR Rusman Soleman serta beberapa PNS juga menumpang di speed boat Tiga Mutiara sementara wartawan Malut Post menumpang salah satu speed boat bersama beberapa orang PNS.
Dalam perjalanan menuju ke desa Igo memakan waktu kurang lebih satu jam setengah. Setelah tiba di desa tersebut, karena belum ada infrastruktur pelabuhan, speed boat yang membawa tiga pimpinan itu memili langsung ke bibir pantai untuk menurunkan mereka. Masyarakat desa itu dengan antusias menjemput Bupati Hein Namotemo serta rombongan yang sedang tiba, mulai dari cakalele dan memasang bunga pada tiga pimpinan itu sebagai ucapan selamat datang.
Sebelum peresmian dan penyarahan kunci, Bupati Hein Namotemo kepada masyarakat mengatakan, sebelum adanya pencangan program bantuan rumah bagi warga kurang beruntung tersebut, ia memanggil beberapa pimpinan SKPD dilingkup Pemkab untuk membicarakan criteria-kriteria yang termasuk pada kategori orang miskin yang layak mendapatkan sentuhan secara langsung.”Saya memanggil beberapa SKPD bicarakan criteria itu, dan 3 criteria yang dipakai, misalnya rumah dilihat dari atap, kemudian dinding menggunakan papan dan lantai,”katanya. selain itu dikatakan selama program pembangunan berjalan, selama itu juga terus mendapat kritikan, tapi sebagai pemkab dan bukti kepedulian terhadap sesama, sehingga meskipun dibicarakan, namun pelayanan pembangunan itu tetap jalan.”Pemkab mengucapkan permohonan maaf kepada masyarakat.
Jagalah kebersamaan dan persatuan yang ada,”harapnya. Doni Sibu perwakilan warga penerima bantuan mengucapkan terimah kasih kepada pemkab yang telah membantu program bedah rumah. Dia mengatakan dengan bantuan itu, dapat meringankan beban hidup warga.”Kami atas nama warga penerima bantuan, sangat tersentuh program pemkab, olehnya itu, saya mewakili semuanya, mengucapkan terima kasih kapada semuanya yang telah mengorbankan segalanya dalam pembangunan rumah itu,”cetus Doni. Bupati Hein Namotemo langsung meresmikan dan menyerahkan kunci kepada salah satu warga secara symbolis tanda rumah tersebut ditempati mereka. setelah itu hal yang sama juga dilakukan di desa Supu yang jaraknya kurang lebih 5 km, jika menggunakan transpotasi darat. Ketua DPRD Halut Samsul Bahri Umar usai acara desa Supu mengatakan, dengan program pembangunan rumah bagi keluarga kurang beruntung tersebut tentunya sangat membantu menuntas kemiskinan yang ada.”Untuk pembangunan selanjutnya akan dibicarakan pada anggaran RAPBD tahun 2012 mendatang,”cetusnya. pukul 15.40 wit, Bupati Hein Namotemo dan rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju ke beberapa desa lainya. sementara Wartawan Media ini dan 12 anggota DPRD lainya kembali ke Tobelo. (end)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar