Jumat, 04 November 2011

Sejak 4 Tahun, 17 Desa di MorSelBar belum terima Jatah Mita




Kamis, 3 November 2011


17 Desa yang berada di Kecamatan Morotai selatan Barat hingga saat ini belum menerima minyak tanah (Mita) yang dibawa pengawasan CV Bumi Putra sejak tahun 2009.
Memang ada beberapa desa yang sempat menerima jatah minyak tanah, seperti Desa Aru. Namun sejak 2009 sampai saat ini Desa Aru hanya 2 kali menerima jatah  hanya dua kali sebanyak 400 liter dengan harga Rp 5000 perliter.
Sebaliknya di Desa Ngelengele, mulai dari dua tahun kemarin tidak lagi tersalurkan.  Hal yang sama juga dialami desa Tilei,  yang sampai saat ini tidak mendapatkan stok Mita. Sementara itu, untuk desa Raja mulai tahun 2007 hanya 2x600 liter hingga saat ini mengalami hal yang sama.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat Azhar Hi. Rauf kepada Media ini, (Kamis,03/11) kemarin, menjelaskan beberapa desa yang selama ini tidak menerima penyaluran mita telah mengadakan sebuah pertemuan dengan Camat Morsel-Barat, Lauhin Goraahe untuk membicarakan persoalan tersebut. Pasalnya masyarakat sangat membutuhkan minyak tanah untuk keperluan rumah tangga dan keperluan lainnya.
Sehingga untuk menemukan solusi, LSM Lira mendampingi Camat Morsel-Barat menanyakan langsung ke agen tersebut terkait  penyaluran mita yang tidak tersalur secara rutin.”Tanpa alasan yang jelas dari agen tersebut. Sudah berapa tahun ini masyarakat tidak mendapat stok mita. Padahal mereka sangat membutukan,”cetusnya.
Lanjut, dia meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penampungan mita oleh beberapa pangkalan mita. ”Kami meminta pada polisi untuk usut pangkalan mita yang terus menyusahkan masyarakat,” . “harapnya. (***)  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar