Kamis, 3 November 2011
Berbagai macam kritikan yang telah dilontarkan ke pansus Gaji fiktif DRPD Halmahera Utara atas pengusutan kasus gaji fiktif yang hingga saat ini belum juga tuntas, menunai tanggapan dari Sekertaris Panitia kusus (pansus) Gaji fiktif DPRD Halut Fauji Daga. Misalnya politisi PKS itu kepada Media ini kemarin (Rabu 02/11), mengatakan pansus tetap komitmen untuk mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi gaji fiktif senilai Rp 1,7 miliar tersebut hingga tuntas.
Dikatakannya bahwa setiap anggota komisi yang tergabung pada kerja-kerja pansus juga harus focus pada banyak agenda prioritas DPRD, jadi menurut dia pansus tidak hanya focus pada pengusutan kasus gaji fiktif itu saja. ”Saya mengklarifikasi melalui setiap komisi yang tergabung dalam pansus gaji fiktif, jadi kerja pansus bukan hanya focus pada kasus gaji fiktif, namun agenda komisi juga banyak yang harus di prioritaskan” katanya.
Meskipun menunai kritikan atas molornya pengusutan kasus tersebut, dia menjelaskan proses pengembangan sebuah kasus dugaan tindak pidana korupsi, harus di putuskan secara bijak, bukan hanya tiba saat tiba akal. Dengan begitu untuk mengambil sebuah keputusan, baik itu untuk mengeluarkan rekomendasi, maupun merangkum semua itu, pansus secara internal harus kembali rapat untuk membicarakan itu. ”Publik Jadi bukan tiba saat tiba akal, untuk menuntaskan kasus ini”. “cetusnya”
Selain itu juga rencananya pada Senin pecan depan, agenda komisi akan mengundang mitra kerja di daerah ini untuk menyelesaikan persoalan di daerah ini. Olehnya itu pansus gaji fiktif akan terus konsisten untuk menuntaskan kasus tersebut. ”Soal kritikan apapun kami tetap terima, jika itu relefan kami tetap akan pakai konsep itu”. “cetusnya” (***)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar