Tobelo, Jumat 25 November 2011
Dewan Pengurus Cabang Kota Tobelo akan mengirim empat kader Partai Gerindra ke Hambalan Bogor. Keberangkatan 4 kader yakni untuk mengikuti pelatihan pembekalan pehaman politik.
Kegiatan yang rencananya akan berlangsung selama 2 Minggu tersebut yaitu untuk membangun kader partai agar lebih memahami dan benar-benar mengetahui secara tuntas tentang politik.
Ketua DPC Gerindra Kota Tobelo yang juga anggota DPRD Halut Arifin kepada Media ini (Jumat, 25/11) kemarin diruang kerjanya mengatakan, untuk membangun karakter seorang kader partai yang militansi serta rasa mengenal partainya sendiri, maka dengan adanya program yang dilakukan setiap tahun tersebut, sangat membantu untuk meningkatkan pemahaman berpolitik yang bagus. ”Ke empat kader tersebut siap untuk berangkat mengikuti kegiatan yang berlangsung di bogor itu,”katanya.
Selain itu juga kata dia untuk mencetak kader militansi, maka mereka benar-benar akan memiliki sebuah komitmen yang kokoh serta mengenal jati diri partai, sehingga kata dia, jangan sampai seorang kader itu hanya tiba saat tiba akal, yang tidak mengenal jati dirinya. ”Jangan sampai seorang kader itu hanya, tiba saat tiba akal,” cetusnya.
Lanjut, Megenai sikap partai gerindra pada Pilgub 2013 , dia mengatakan, terkait Pilgub belum ada sikap, karena belum ada rapat kordinasi mengenai hajatan besar tersebut. Meski belum memiliki sikap itu, namun untuk pemilihan Presiden, DPC Kota Tobelo kata dia mau tidak mau tetap mengusung Prabowo. ”Untuk Bapak Prabowo itu harga mati,” imbuhnya. (**)
Momentum Hari Guru Terlupakan
Aneh, Guru Juga Tidak Tau Hari Hut PGRI
Tobelo, Jumat 25 November 2011
Momentum hari ulang tahun PGRI yang ke 66 telah terlupakan begitu saja. Pasalnya di hari ulang tahun PGRI tersebut Diknas tidak melakukan sebuah kegiatan apapun. Bahkan tidak mengeluarkan surat edaran kepada sekolah-sekolah, sebagai pemberitahuan untuk dapat memperingati Hut tersebut. Bahkan sangat sangat disayangkan ada salah satu Kepala Sekolah SMA di Kota Tobelo yang tidak mengetahui Ultah PGRI tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupetan Halmahera Utara Pikson Putani saat dikonfirmasi Media ini (Jum’at, 25/11) di halaman kantor Diknas, mengatakan, Diknas tidak menggelar kegiatan Hut PGRI, alasannya karena benturan dengan banyaknya agenda. ”Masih banyak agenda, jadi belum dilaksanakan,”katanya.
Sementara pantauan misalnya di SMA 1 juga tidak menggelar upacara hut PGRI ke 66 tersebut. padahal momentum tersebut sangat penting untuk dapat mengevaluasi perjalanan pendidikan di negeri. Anehnya lagi saat dijumpai para wartawan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 saat ditanyai mengenai kegiatan yang dilaksanakan SMA 1 pada Hut PGRI, malah Kepsek tersebut merasa kaget, seakan tidak yakin, jika hari ini (red) sebagai hari PGRI. ”Saya juga tidak tahu,” katanya sambil menandatangani raport siswa yang terletak diatas mejanya.
Tidak diadakan kegiatan tersebut mendapat sorotan dari Ketua Komisi tiga DPRD Halut Sattar Hi, Samad kepada Media ini, mengatakan tidak ada alasan klasik untuk tidak melaksanakan Hut PGRI tersebut, karena kata dia hajatan itu merupakan amanah, maka apapun harus dilakasankan oleh seorang guru, karena itu merupakan tanggung jawab.
Bahkan menurutnya dengan hal itulah diduga mereka yang juga tidak memahami posisi, jika mengetahui maka mereka juga akan mengingat tahun kelahiran mereka. olehnya itu dia berharap kepada para pendidik agar memahami topoksi, ”Itu amanah yang harus dilaksanakan, kenapa terlupakan begitu saja” katanya.
Fraksi Demokrasi kerakyatan Arifin, menuturkan, itu menandakan rasa nasionalisme sudah mulai pudar, karena kata dia apalagi Hut PGRI ke 66 ini dilaksanakan secara nasional. Ini adalah momentum bagaimana untuk mengetahui sejauhmana kemajuan pendidikan bahkan sejauhmana bagi mereka (guru red) berprestasi, siswa prestasi. Kata dia harus ada kegiatan, meski tidak begitu meriah, minimal ada upacara atau kegiatan lainya. ”Dengan pengalaman seperti ini, kedepan jangan terlupakan seperti lagi,” harapnya. (**)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar