TOBELO – Selasa, 22 November 2011
Sebanyak 462 peserta yang telah mengikuti Pendidikan dan pelatihan prajabatan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah Golongan 1, II dan III. Kegiatan prajabatan angkatan 2011 ini dilaksanakan di gedung Hibualamo dan akan berlangsung selama 14 hari.
Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Halmahera Utara Tonny Kappuw saat dikonfirmasi Media ini (Selasa 22/11) Kemarin di gedung Hibualamo, mengatakan, peserta CPNSD yang telah mengikuti kegiatan prajabatan tersebut sebanyak 462 orang. Dan 462 peserta tersebut terdiri dari Guru dan tenaga teknisi. ”Kegiatan prajabatan ini akan berlangsung selama 14 hari, dan semuanya telah disiapkan oleh panitia,”cetusnya.
Ada beberapa pemateri yang berasal dari badan diklat Provinsi dan pemateri local yang berjumlah 14 orang. ”Ada pemateri dari badan diklat Provinsi dan pemateri local untuk memberikan penguatan-penguatan dasar,” katanya.
Lanjut, dia menjelaskan bahwa inti dari pada kegiatan prajabatan tersebut adalah dalam rangka memberikan pembinaan, sikap mental dan keterampilan. Sementara itu, dia pun mengatakan sebelum prajabatan ini dilakukan, pihaknya sudah lebih dulu melakukan kroscek pada absensi selama pengabdian mereka, karena kehadiran itu merupakan sebuah indicator penting. Untuk itu dia berharap agar peserta dalam mengikuti prajabatan harus benar-benar serius mengikuti materi yang telah diberikan, karena dengan begitu akan menjadi bekal di kemudian hari. ”Peserta untuk ikuti materi dengan baik,” pintanya. (Jevo)
Masih Kekurangan Tenaga Kesehatan
TOBELO – Selasa, 22 November 2011
Dalam menempatkan tenaga kesehatan pada masing-masing pusat kesehatan terpadu Pusat Tenaga Pembantu (Pustu) yang tersebar di beberapa desa di tiap Kecamatan untuk Kabupaten Halmahera Utara (Halut) ternyata belum begitu maksimal. Pasalnya jumlah tenaga kesehatan hanya 99 orang, sementara jumlah desa 196 hal itu tidak sebanding dengan jumlah tenaga kesehatan. Hal ini diakui Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Utara Dr. Devie Bitjoli.
Lanjut, Devie menjelaskan bahwa sebenarnya untuk pustu itu dibawah pengawasan Puskesmas Kecamatan. Walaupun begitu, pihaknya akan melakukan kordinasi dengan pihak puskesmas jika ada keluhan dari masyarakat.
Disamping itu dia memaklumi, jika saat ini semua desa menuntut adanya penempatan tenaga kesehatan pada pustu yang ada. Namun saja, jumlah desa yang ada di Halmahera Utara, tidak sebanding dengan jumlah tenaga kesehatan yang saat ini masih minim. ”Kalau Pustu Kalipitu itu, memang ada tenaga kesehatan yang tempati. Tapi nanti kita coba untuk kordinasi kembali dengan Kepala puskesmas kecamatan,”cetusnya.
Lanjut dia mengatakan, saat ini tenaga kesehatan belum bisa mencukupi untuk menempati semua pustu, namun saja untuk memenuhi permintaan itu, semuanya akan melalui tahapan. Mengingat jumlah pustu yang ada adalah sebanyak 39, “jelasnya.
Sehingga, penempatan tenaga kesehatan saat ini akan lebih dulu diprioritaskan pada daerah-daerah yang terpencil misalkan di Kecamatan Loloda Utara dan Loloda Kepulauan. Hal itu merupakan pertimbangan, karena menurut Devie, dari segi jangkauannya sudah begitu jauh, sedangkan untuk desa-desa yang ada dalam Kota Tobelo, masih dapat dibantukan oleh puskesmas terdekat. ”Kita masih prioritaskan daerah terpencil, karena kekurangan tenaga kesehatan,”katanya.
Dengan begitu, untuk memenuhi permintaan masyarakat dalam penempatan tenaga kesehatan, pihaknya akan berupaya. Seperti saat ini pihaknya sudah mengusulkan 17 Puskesdes, namun yang di prioritaskan baru 7, dari 7 ini rencananya akan ditempatkan pada daerah terpencil dan penduduknya padat. Karena fungsi dari pada Puskesdes adalah selain pengobatan, adanya juga ruang persalinan, hal itu untuk mencegah kematian ibu dan anak saat bersalin, ”Memang kami kekurangan tenaga medis. Tapi kami akan berupaya mengusulkan tenaga kesehatan ke pusat,” katanya. (***)
Bantuan Sosial, Masih Menunggu Informasi Dari Pusat
TOBELO – Selasa, 22 November 2011
Bantuan Sosial bagi para Lanjut Usia (Lansia), dan anak terlantar serta mereka yang tergolong cacat berat untuk bulan Desember tahun ini ternyata belum disalurkan. Belum dilakukannya penyaluran bantuan tersebut dikarenakan belum ada kepastian informasi dari pemerintah pusat. Hal ini dibenarkan Sekertaris Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Andarias Thomas.
Andarias saat dikonfirmasi Media ini (Selasa, 22/11) kemarin diruang kerjanya, mengatakan, sementara ini pihaknya masih menunggu informasi dari pusat. Lanjut dia menjelaskan, untuk setiap bantuan bagi mereka yang telah tergolong lansia dan lainnya, memang untuk tahap pertama sudah disalurkan, mulai dari bulan januari hingga juni, dan untuk tahap berikutnya penyaluran tersebut terhitung setiap tiga bulan. ”Untuk tahap pertama sudah tersalurkan,” katanya.
Untuk Halmahera Utara adalah jumlah terbanyak di Maluku Utara yang mendapat bantuan social dari kementerian sosial, diantaranya lansia berjumlah 70 orang, Cacat berat 30 orang, dan anak terlantar 13 orang.
Sementara untuk proses pencairan dana bagi mereka, Andarias mengatakan bahwa semua penyaluran dilakukan melalui pos, yang secara langsung disalurkan dari pusat. Dan untuk menghindari timbulnya kecemburuan, pihaknya telah melakukan pendataan lansia sesuai criteria mulai dari umur 60 keatas. Namun begitu yang mendasar adalah para lansia yang produktif dan dari segi aspek ekonomi pun emah. ”Untuk Kecamatan Malifut 40 orang sementara untuk Kecamatan Galela 30 oran. Dan program ini sudah berjalan selama 3 tahun,” cetusnya.
Disamping itu, program yang baru berjalan 1 tahun ini, didalam pembagian jaminan hidup semuanya berbeda-beda, yakni untuk 70 orang para lansia sebesar Rp 300 ribu perbulan, serta Rp 300 ribu untuk 30 orang cacat berat yaitu dari usia 2 tahun hingga 55 tahun.
Sementara untuk bagi mereka yang dikatagorikan sebagai anak terlantar diluar panti asuhan yang berjumlah 13 orang, akan mendapat bantuan jaminan hidupnya selama setahun sekali adalah sebesar Rp 1 juta. Hanya saja semua itu masih menunggu informasi dari pusat untuk penyalurannya di bulan Desember ini ”Untuk bulan desember ini belum ada informasi dari pusat,” imbuhnya. (***)
Hindari Pemakaian Daya Yang Berlebihan,
PLN Gelar Operasi Penertiban Listrik Illegal
TOBELO – Jumat, 18 November 2011
Selama 2 Minggu di pertengahaan bulan November ini, PT PLN Cabang Tobelo lakukan operasi penertiban terhadap pemakaian listrik secara illegal, yang sementara ini di fokuskan dalam Kota.
Penertiban ini dilakukan yakni untuk mencegah pemakaian daya yang berlebihan, karena akibat dari pemakaian daya yang berlebihan akan sangat merugikan untuk pelanggan lain.
Kepala PLN Tobelo Karim Senen saat ditemui wartawan media ini diruang kerjanya (Jumat, 18/11) mengatakan, pihaknya telah melakukan penertiban bagi pengguna listrik secara illegal. Tidak hanya itu saja, bahkan dalam operasi penertiban ini juga dilakukan pengecekan bagi para pelanggan yang belum menyelesaikan tunggakan iuran bulanan. ”Pihak kami sudah turun dilapangan untuk melakukan penertiban, bagi pengguna listrik illegal,” katanya.
Selebihnya dalam operasi ini, pihaknya membagi tiga tim. Dari ke 3 tim ini untuk jangkauan operasi ini sementara masih difokuskan di dalam kota, nanti sesudah itu baru dialihkan sampai ke desa-desa. ”Memang operasi ini masih dalam kota,”katanya.
Lanjut, Kharim mengatakan, setelah beberapi hari melakukan operasi ternyata banyak yang kedepatan menggunakan daya melebihi dari rekening pemasangan.
Sementara itu, Deputi Manajer Hubungan Msayarakat PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara Luki kepada Media ini mengatakan, kehadiran mereka ke PLN Cabang Tobelo adalah untuk melakukan penertiban listrik secara illegal tujuannya adalah untuk mengatasi masalah lainya, agar PLN Tobelo bisa berjalan dengan baik.
Lanjut, dikatakannya ada hal-hal lain yang juga terkait dengan penertiban tersebut salah satunya mencegah terjadinya instalasi khusus untuk peralatan PLN yang dapat berpengaruh pada alat ukur. Dan jika alat ukurnya sudah dipengaruhi, maka bisa berdampak, kosleting atau perubahan daya, maka akan berpengaruh pada pelanggan lainya. Apalagi dalam pusat-pusat pertokoan ataupu perkantoran. ”Sudah ada beberapa yang hangus pada alat ukur kita. Jadi kalau alat yang sudah rusak, kita perbaiki, hal ini juga untuk mencegah sebelum terjadi kebakaran,” cetusnya. (***)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar