Kamis, 16 Februari 2012

Kepsek SMP N 1 Tobelo Optimis, 100% Siswanya Lulus Unas



            Meski ujian nasional masih beberapa bulan kedepan, namun siswa SMP Negeri 1 Tobelo sudah di bekali diri dengan mengikuti pelajaran tambahan. Pelajaran tambahan sudah di lakukan sejak awal Februari kemarin. Tak heran jika 4 tahun kemarin secara berturut-turut angka kelulusan siswa terbanyak di raih oleh SMP N 1 Tobelo mencapai 99 s/d 100%. Bahkan di tahun 2011 kemarin, SMP N 1 Tobelo unggul sebagai angka kelulusan tertinggi se Maluku Utara. Dengan system atau metode pembelajaran seperti inilah, wajar saja jika seorang kepala sekolah di anggap berhasil dan bahkan seharusnya mendapat apresiasi oleh pemerintah melalui dinas pendidikan se tempat.
              “saya rasa,  bukan sebuah apresiasinya, tetapi tingginya tingkat kelulusan yang menjadi impan dan menjadi satu kebanggaan bagi semua kepala sekolah. Memang benar, untuk mencapai sebuah keberhasilan harus disertai dengan keuletan dan kerja keras dari para guru dan itu ada di SMP N 1 Tobelo” Ungkap Thomas Samlohi, Kepala Sekolah SMP N 1 Tobelo ketika di jumpai wartawan media ini, (Selasa 14/02) di ruang kerjanya kemarin.
            Lanjut, Thomas mengatakan sejak beberapa Minggu kemarin memberikan jam pelajaran tambahan untuk 4 bidang studi yang memang akan di uji secara Nasional, diantaranya Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Ipa. Untuk itu, pada hari Kamis (15/02) besok (red) akan dilakukan Try Out guna untuk  melatih kesiapan siswa serta untuk mengetahui secara pasti, sejauh mana kemampuan siswa selama mengikuti pelajaran tambahan. Karena memang sebelum melakukan try out, setiap sekolah sudah mendapat Standar Kompetensi Kelulusan (SKL) yang di dalamnya terdapat gambaran soal/materi yang akan keluar pada Unas nanti.
            Disamping itu, dia mengatakan secara aturan untuk mengukur lulus dan tidaknya, tidak selamanya tergantung pada nilai Unas yaitu 60%, tetapi 40% dari nilai ujian sekolah menjadi penunjang untuk kelulusan dari para siswa.
Sementara itu, Thomas mengatakan, bahwa untuk metode penambahan jam pelajaran ,  para siswa setelah selesai mengikuti pelajaran regular, maka akan dilanjutkan dengan 4 mata pelajaran tambahan s/d pukul 16.31wit. “Untuk biaya tenaga guru dalam memberikan materi pembelajaran ekstra, memang sebelumnya sudah ada kesepakatan bersama antara orang tua murid dengan pihak sekolah melalui komite, yakni sebesar Rp 360 ribu. Dari Rp 360ribu ini sudah termasuk untuk upah guru dalam memberikan pelajaran tambahan dan juga sudah termasuk biaya try out yang didalamnya biaya pengawasan dan pengoreksian. Sedangkan untuk biaya makan para siswa, itu menjadi tanggungan orang tua, dan biasanya pada jam makan siang, orang tua siswa sudah membawa bekal untuk anaknya” ungkapnya.
Selebihnya, Thomas menjelaskan “sejak 2 tahun kemarin sudah tidak ada lagi system ujian ulang. Jika ada siswa yang tidak lulus, maka siswa harus menunggu 1 tahun untuk mengikuti ujian ulang. Hal itulah yang menjadi perhatian kami, sehingga metode ini perlu di lakukan untuk mengantisipasi dan memenimalisir tingginya tingkat ketidak lulusan siswa. Dengan metode seperti ini, kemampuan siswa pun bisa di ketahui. Maka dari 242 jumlah siswa yang akan mengikuti Unas nanti, saya optimis 100% siswa akan behasil. Hal itu di ukur dan sudah terbukti di beberapa tahun kemarin semenjak memakai metode ini, angka kelulusan tertinggidan terbaik di tingkat SMP adalah SMP N 1 Tobelo”. ucapnya (Jevo)

 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar