Senin, 13 Februari 2012

Hatta : Pembangunan Tidak Hanya Di Pulau Jawa, Namun Harus Merata Sampai Di Wilayah Timur Indonesia



  Masterpland percepatan  pembangunan Indonesia dipetakkan dalam 6 koridor, sebagai daerah yang dikategorikan tertinggal Malut masuk pada koridor ke-6. Dan di daerah yang kategori tertinggal itu pemerintah pusat lewat Kemenko mengalokasikan anggaran di APBN 2012 sebesar Rp 3 Triliyun untuk membiayai pembangunan.

                Hatta Rajasa Menkoperekonomian Minggu (12/2) mengatakan, Kemenko mengalokasikan anggaran senilai Rp 3 Trilyun untuk pembangunan pelabuhan, jalan darurat, pembangunan rumah keluarga miskin serta pengalokasian alat angkutan. Dengan begitu maka provinsi maupun kabupaten/kota segera memasukkan proposal sebagai persyaratan pengucuran anggaran itu. "Disetiap kesempatan saya meminta agar gubernur, bupati dan walikota segera memasukkan proposal sesuai dengan kebutuhannya," kata Hatta yang disambut antusias masyarakat yang hadir pada agenda tatap muka sekaligus pengukuhannya sebagai pemangku adat di Rumah Adat Hibualamo.

                Menurut dia, komitmen pemerintah pusat saat ini pembangunan tidak hanya terfokus di Pulau Jawa dan Sumatera. Tapi harus merata diseluruh wilayah dan saat ini pemerintah pusat sedang menyusun masterplen percepatan penanggulangan kemiskinan. Dengan harapan mengurangi tingkat kemiskinan utamanya diwilayah timur Indonesia.

                Lanjut dia, pengembangan Morotai sebagai kawasan ekonomi khusus merupakan pintu masuk pengembangan ekonomi Malut dan Halut puan akan mendapat imbasnya. Karena akan banyak investasi yang masuk apalagi wilayah Halut yang kaya akan hasil bumi khususnya di bidang pertambangan.

                Menurut dia, dalam hal pertambangan pemerintah pusat memberikan batas waktu sampai 2014 tidak boleh lagi ada perusahan yang menjual bahan mentah keluar daerah. Seluruh bahan mentah harus kekelola menjadi bahan jadi baru bisa dijual keluar. Langkah itu diambil dengan harapan ada nilai lebih untuk daerah maupun masyarakat karena akan menyerap tenaga kerja.
   "Pemerintah pusat telah berkomitmen untuk tidak mengijinkan perusahan tambang menjual bahan mentah ke luar daerah. Perusahan tambang hanya bisa menjual bahan jadi keluar," tegas dia seraya mengatakan, apabila kekayaan alam dikelola secara adil maka masyarakat akan makmur.
Sekedar diketahui Hatta bersama rombongan dari Rumah Hibualao langsung menuju Badara Gamarmalalo menuju Ternate. Dan direncanakan langsung balik ke Jakarta. Sebab esok (Senin, red) ada agenda di daerah lain. (Jevo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar