Senin, 13 Februari 2012

Hatta Rajasa, Di Kukuhkan Sebagai Pangku Adat Hibualamo






              Pada kunjungan Menko perekonomian RI, Hatta Rajasa ke Halmahera Utara (Minggu, 12/02/2012)  di sambut secara adat oleh Bupati Halmahera Utara, Ir. Hein Namotemo, Msp dan Wakil Bupati DR. Rusman Soleman SE, Msi, Ak serta para tokoh adat dan unsure Muspida Halut. Bertempat di rumah adat Hibualamo, pengukuhan pangku adat dan sesesupuh masyarakat adat Hibualamo kepada Hatta Rajasa di tandai dengan pemberian Salawaku oleh Jiko Makuano.
          Pengukuhan Hatta Rajasa sebagai pangku adat dan sesesupuh masyarakat adat Hibualamo ini turut di daksikan oleh DR. Rusman Soleman, SE Ak Msi (Wakil bupati Halut), Samsul Umar Bahri S.Ag (Ketua DPRD Halut), Taufik Kurniawan (Wakil Ketua DPR RI) dan ketua DPD PAN, Staf Ahli Kementrerian, Danrem, Dandim, Dan Lanal, Kapolres, Rusli Sibua (Bupati Morotai), SKPD Pemprov, Para Pimpinan SKPD Halut, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat Halut.
          Bupati Halmahera Utara yang juga sebagai Jiko Makuano dalam mengawali sambutannya, menyampaikan ucapan terimah kasih yang tulus atas kunjungannya bapak Menteri Bidang Perekonomian RI dan rombongannya ke Halut. Disamping itu, Hein juga mengakui bahwa selama 7 tahun menjadi bupati, baru dua Menteri yang datang berkunjung ke Halut. Namun begitu tidak mengurang rasa syukurnya.  Karena hari ini, Bumi Hibualamo telah di kunjungi seorang Menteri bidang Perekonomian RI, dan pimpinan umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa .
          Disamping itu, Hein Namotemo selain melekat sebagai seorang bupati, juga melekat sebagai seorang tokoh adat dan sebagai tokoh masyarakat tentu berharap agar melalui kunjungan dari seorang Menteri Perekonomian RI ke bumi Hibualamo, dapat membawa keadilan dan kerelaannya bagi masyarakat di daerah ini.
          Sementara itu, di waktu yang sama Hatta Rajasa berharap agar melalui ikatan adat dan budaya kita dapat memperkokoh tali persaudaraan yang erat tanpa membeda-bedakan satu sama lain baik pangkatnya, kedudukannya, warna kulitnya, ataupun agamanya  sehingga menjadi satu dalam kemerdekaan, spirit Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjadi spirit dalam Bhineka Tungga Ika yang tidak akan runtuh oleh perkembangan jaman atau pengaruh era Globalisasi.
Lanjut dia mengatakan,  memalui  prosesi pengukuhan adat Hibualamo, maka mulai pada saat ini setelah menjadi bagian dari masyarakat adat Hibualamo, maka sebagai Menkoperekonomian sangat tidak mungkin kalau tidak memikirkan masyarakat Halmahera Utara. Walaupun harus memikirkan semuanya,  namun tidak mungkin dengan ikatan batin yang begitu kuat maka tentu akan selalu mencari solusi tentang bagimana mengaturkan dan  mensejahterakan masyarakat di Tobelo, masyarakat di Halmahera.
          Selebihnya, Hatta mengatakan akan lebih memperhatikan masyarakat dan hal itu telah disampaikannya kepada bapak Presiden. “Agar ke depan di dalam master plan percepatan perluasan pembangunan dan perkonomian Indonesia yakni ada 6 koridor diantara koridor Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara. Dan dari semua koridor itu, tentu ada 5 provinsi yang memerlukan perhatian yang ekstra dan itu menjadi perhatiannya yakni provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan Nusa Tenggara Timur yang memang kurang tersentuh oleh pembangunan mungkin karena konektivi atau karena mungkin beberapa hal”. Ucapnya
 Sehingga kedepan, dalam percepatan pembangunan harus menyentuh ke semua pelosok tanah air dan tidak hanya di daerah Jawa saja. Untuk itu setelah melakukan kunjungan ke Ternate, Morotai dan Halmahera Utara maka ke depan dalam rancangannya, Hata memastikan agar ada peningkatan program-program kemiskinan social yang bersasaran pada perlindungan social, pemberdayaan masyarakat yang  telah disusun secara master plan yaitu percepatan perubahan kemiskinan seperti pemberian perahu-perahu yang gratis, perumahan, alat-alat angkutan, pembiayaan dan pendanaan demi untuk kesejahteraan masyarakat sehingga dapat mengurangi tingkat kemiskinan.
Setelah mendapat persetujuan dari bapak Presiden, maka Untuk 5 provinsi yang belum tersentuh akan di alokasikan anggaran sebesar 3 tryliun.  Untuk itu kepada para bupati se Maluku Utara, Hata berharap agar segera mengusulkan pembangunan pelabuhan  atau program-program lain yang menjadi prioritas untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.(Jevo)
            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar