Maluku Utara patut berbangga diri, terlebih khususnya Halmahera Utara. Karena, tidak semua orang dapat meraih penghargaan Man Of The Year 2011. Buktinya dari sekian banyak calon penerima penghargaan yang ada di seluruh wilayah Indonesia hanya 15 orang yang terpilih dan layak mendapatkan penghargaan Man Of The Year 2011. Dan dari ke 15 orang itu, ternyata salah satunya putra asal Halmahera Utara, Irwanto Ali.
Selain melekat jabatannya sebagai Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (DPPKAD), sebagai Ketua Ikatan Penulis Dan Jurnalis Indonesia (IPJI) kabupaten Halmahera Utara, M. Irwanto Ali, SE, MSI memang dikenal sebagai sosok yang rendah hati, ramah dan bijaksana.
Pemberian Penghargaan Man Of The Year dilangsungkan di Bali tanggal 3 Desember kemarin oleh Yayasan Penghargaan Indonesia. Penghargaan Man Of The Year adalah satu penghargaan yang luar biasa, karena di tahun sebelumnya, penghargaan ini sempat diraih oleh Fadel Muhammad, Agung Gumelar, Emil Salim yang dikenal dengan lingkungannya.
Irwanto, saat dijumpai sejumlah wartawan (Selasa, 13/12) diruang kerjanya mengaku kaget, sejujurnya dia pun tidak menyangka akan mendapat panggilan sebagai penerima penghargaan Man Of The Year Tahun 2011 untuk perwakilan Indonesia Timur. Karena untuk mendapatkan penghargaan Man Of The Year, harus melalui proses penilaian terhadap hal-hal yang positif serta karya yang nyata. Salah satunya selain kepopuleran, dari factor kinerja yang dijalani selama satu tahun juga harus benar-benar baik. Dan ternyata oleh Yayasan Penghargaan Indonesia (YPI) dinilai baik. Selain berdasarkan dari kebaikan kinerja, kecitraan yang terekspose di media ataupun pandangan dari LSM dan juga masukan dari masyarakat, dalam penilaian YPI dirinya jelas termasuk sebagai yang terbaik.(***)
Forum Penyelamat Aspirasi Rakyat Desa Supu dan Podol Halmahera Utara mendesak kepada Pihak Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dan DPRD Halut untuk segera memanggil pihak PT Digital Global Nusantara yang bergerak pada bidang pertambagan mangan yang sedang beroperasi pada desa Supu. Pasalnya sejak tahun 2010 silam, PT.
DGN selama beroperasi awalnya tidak melakukan sosialisasi pada 9 desa lingkar tambang. Ketua dewan pendiri Forum Aspirasi Rakyat Imran Toku S.Hi. saat dikonfirmasi Media ini Minggu (27/11) kemarin, meminta kepada pihak Pemkab Halut dan DPRD segera untuk memanggil Direktur PT. DGN Arifin, bahkan tidak hanya itu saja, mereka juga meminta memanggil Kepala Cabang PT. DGN Halmahera Utara Lambertus, karena dianggap telah melakukan sebuah pembodohan besar terhadap Sembilan Desa lingkar tambang pada Kecamatan Loloda Utara. Dia mengatakan, karena sejak tahun 2010 lalu, saat mereka melakukan tahap explorasi kemudian tahap exploitasi dan tahap produksi, pihaknya tidak pernah melakukan sebuah sosialisai kepada masyarakat lingkar tambang.
Memang dia mengakui bahwa, saat itu pihak PT DGN melakukan sebuah kesepakatan yang melahirkan 12 poin, namun dalam kesepakatan tersebut hanya melibatkan Pemdes, sementara masyarakat tidak dilibatkan. Ini adalah sebuah persoalan yang tidak boleh diremehkan, karena yang merasakan dampak itu secara langsung adalah masyarakat itu sendiri. ”Dalam kesepakatan itu, mereka tidak melibatkan masyarakat,”katanya.
12 poin tersebut diantaranya adalah pembangunan air bersih, jalan lingkar desa, pembangunan sarana ibadah, sarana kesehatan, sarana olahraga, dan insentif pemdes dan pembangunan lainya. namun kesepakatan itu hingga sekarang belum pernah terealisaikan. Padahal saat ini pihak PT tersebut sudah melakukan tahap produksi mangan yang diperkiran 30 ribu ton. Olehnya itu jika pihak PT. DGN tidak melakukan sosialisasi ulang, maka masyarakat lingkat tambang mengancam memboikot seluruh aktifitas pertambangan yang ada pada desa tersebut.”Kami hanya meminta kejelasan PT.DGN, jika tidak maka kami akan melakukan pemboikotan seluruh aktifitas PT.DGN,”cetusnya. (**)
Meskipun pekerjaan proyek draenase dalam Kota Tobelo yang diperkiran ratusan meter tersebut sebagianya sudah selesai dikerjakan, namun sisa tanah hasil galian proyek itu belum juga diangkut, misalnya draenase diperempatan jalan Karianga. Pasalnya tumpukan tanah pada bagian tepi jalan itu selain menganggu arus lalulintas juga para pejalan kaki.
Salah salah satu pengendara motor yang namanya engan di korankan mengatakan, semestinya setelah selesai mengerjakan pembangunan draenase tersebut, tumpukan tanah yang berjejer sepanjang tepi jalan itu dari hasil galian tersebut, bagusnya langsung diangkut sehingga tidak menggangu aktifitas baik itu pejalan kaki, maupun pengendara motor. ”Kalau sebagianya pembangunan draenase itu sudah selesai dikerjakan, jejeran tumpukan tanah itu langsung dibersihkan saja, sehingga tidak menggangu lalulintas,”cetusnya.
Bukan hanya itu saja, pengendara motor baik roda dua maupun roda empat sering mengalami kesulitan saat melewati jalan tersebut, jika saat kendaraan lagi mengalami kepadatan pada jalan tersebut. ”Kami hanya meminta agar secepatnya tumpukan tanah itu dibersihakn, agar kelihatan bersih, dan tidak menganggu aktifitas lalulintas saat padat,”katanya.
Amatan Media ini, tumpukan tanah pada bagian sisi kanan ruas jalan masih ada tumpukan tanah hasil galian pembangunan draenase. Sementara pada bagian sisi kiri sebagian tumpukan tanah tersebut sudah angkut, namun nampaknya masih terdapat sisa-sisa tumpukan itu. (**)